Masih banyak diantara kita pernah melakukan "marsambil amporik", terbuat dari bambu dan tali. Demikian juga namanya "marpingket amporik", terbuat dari sangkar dan lidi. Kedua pola tersebut mempunyai tujuan yang sama yaitu: menangkap burung dengan jebakan atau perangkap. Begitulah cara nenek moyang kita pada zaman dahulu menangkap burung. Cara itu sah saja, karena untuk menangkap burung.
Tingkah laku yang tidak baik dan tercela adalah jika menjebak sesama manusia yang baik kelakuannya. Dibalik pertanyaan yang kita ajukan, ada jebakan. Kita memujinya tapi untuk menghancurkannya. Kita baik, tetapi kebaikan yang berpura-pura. Sifat demikian adalah kategori kemunafikan dan jahat, bahkan sosok orang yang berbahaya sekali.
Demikianlah orang-orang Farisi mengajukan pertanyaan kepada Tuhan Yesusu tentang membayar pajak kepada kaisar. Pertanyaan yang tepat, tetapi dibalik pertanyaan itu ada jebakan. Bahkan mereka memuji kehebatan Tuhan Yesus, tetapi dibalik pujian itu ada perangkap atau jebakan yang membahayakan. Yesus mengetahui arah pertanyaan dan pujian orang Farisi itu. Maka, Tuhan Yesus menjawab "mengapa kamu mencobai Aku orang-orang munafik?". Jawaban Tuhan Yesus tepat sekali yaitu ayat 21 (silahkan dibaca). Untuk itu, jauhkanlah sifat dan karakter yang membuat perangkap. Ketulusan hati adalah bagian kepribadian orang kristen yang beriman. Berkata jujur adalah cerminan kebaikan hati dan jiwa kita. Itulah yang diinginkan Tuhan Yesus.












0 comments:
Post a Comment