-

Masih banyak diantara kita pernah melakukan "marsambil amporik", terbuat dari bambu dan tali. Demikian juga namanya "marpingket amporik", terbuat dari sangkar dan lidi. Kedua pola tersebut mempunyai tujuan yang sama yaitu: menangkap burung dengan jebakan atau perangkap. Begitulah cara nenek moyang kita pada zaman dahulu menangkap burung. Cara itu sah saja, karena untuk menangkap burung.
Tingkah laku yang tidak baik dan tercela adalah jika menjebak sesama manusia yang baik kelakuannya. Dibalik pertanyaan yang kita ajukan, ada jebakan. Kita memujinya tapi untuk menghancurkannya. Kita baik, tetapi kebaikan yang berpura-pura. Sifat demikian adalah kategori kemunafikan dan jahat, bahkan sosok orang yang berbahaya sekali.

Demikianlah orang-orang Farisi mengajukan pertanyaan kepada Tuhan Yesusu tentang membayar pajak kepada kaisar. Pertanyaan yang tepat, tetapi dibalik pertanyaan itu ada jebakan. Bahkan mereka memuji kehebatan Tuhan Yesus, tetapi dibalik pujian itu ada perangkap atau jebakan yang membahayakan. Yesus mengetahui arah pertanyaan dan pujian orang Farisi itu. Maka, Tuhan Yesus menjawab "mengapa kamu mencobai Aku orang-orang munafik?". Jawaban Tuhan Yesus tepat sekali yaitu ayat 21 (silahkan dibaca). Untuk itu, jauhkanlah sifat dan karakter yang membuat perangkap. Ketulusan hati adalah bagian kepribadian orang kristen yang beriman. Berkata jujur adalah cerminan kebaikan hati dan jiwa kita. Itulah yang diinginkan Tuhan Yesus.
-
-
Punya adik-adik NHKBPSP..
-
MAKAN BERSAMA RAYAKAN KEMENANGAN
SELAMAT buat adik-adik NHKBP Sei Putih..!!
Makan bersama NHKBP dan sebahagian kakak abang Alumni pada hari senin malam bertempat di rumah kakak Elly / Rosetti Sitorus atas kemenangan mereka berhasil meraih juara pada kompetisi FOOTSAL di HKBP Mandala Medan beberapa waktu lalu. Rumah kakak Alumni inilah yang sering dijadikan sebagai tempat bagi kakak abang Alumni dan adik-adik NHKBP Sei Putih sering berkumpul bernyanyi, bersenda gurau, tidur, makan dan segalanya dikarenakan letak rumah kakak Alumni ini berdekatan dengan gereja HKBP Sei Putih. Disinilah jelas terlihat kekompakan antara adik-adik NHKBP ini selalu terjalin dengan kakak abang Alumninya sehingga menarik bagi orang lain untuk bergabung di NHKBP Sei Putih.
Semoga kesuksesan, keberhasilan, kesehatan selalu menyertai NHKBP, Alumni, Alumnus HKBP Sei Putih dan kita semua keluarga besar HKBP Sei Putih dimanapun berada. Tuhan Yesus memberakati kita semua. Amin
-
Rencana ini masih sebatas wacana dan akan diadakan rencana latihan koor pada waktu dekat ini. Informasi berikutnya akan dikoordinasikan kembali kepada anggota seluruhnya. Terimakasih.
Salam,
BPH Alumni/Alumnus
-
Kekompakan antara kakak, abang Alumni juga Alumnus dan adik-adik NHKBP Sei Putih dalam latihan besama untuk menghadiri undangan dari HKBP Medan dalam acara malam puji-pujian yang akan diadakan pada hari jumat ini di HKBP Medan Jl. Sudirman Medan begitu jelas terlihat pada kamis malam di Gereja HKBP Sei Putih Medan. Keceriaan juga bercampurbaur larut dalam rasa rindu ingin kembali berkumpul seperti dahulu kala ketika masih menikmati masa muda di NHKBP dahulu.
Terimaksaih kita ucapkan kepada Tuhan Kita Yesus kristus yang masih memberikan kesempatan untuk berkumpul dan latihan bersama mulai dari adik-adik NHKBP, Alumni hingga Alumnus. Ternyata suara-suara Alumni dan Alumnus yang mempunyai ciri khas klasik, liris juga bertenaga masih bisa berpadu dengan suara-suara adik-adiknya Naposo bulung Huria Kristen Protestan yang sekarang. Inilah suatu warisan keunikan yang dari pada Tuhan Yesus Kristus kepada generasinya.
Sungguh Tuhan Yesus luar biasa. Teruslah bertumbuh, bertunas dan berbuah generasi muda-mudi HKBP SEI PUTIH didalam TUHAN, warisilah suara-suara emas, jiwa-jiwa pemenang, kekompakan persatuan yang ditinggalkan pendahulu kita di Gereja kita HKBP SEI PUTIH ini. Amin, semoga sukses dalam menghadiri undangan malam puji-pujian HKBP MEDAN jl. sudirman medan. Tuhan Yesus memberkati. Amin...Horaaaaaasssss.
-
Buat teman-teman NHKBP Sei Putih, abang dan kakak Alumni kita mendapat undangan dari HKBP Sudirman untuk dapa mengahadiri acara malam puji-pujian pada;
Hari / Tanggal : Jumat, 10 Oktober 2014
Pukul : 19 : 00 Wib sampai dengan selesai
Tempat : HKBP Sudirman No.17 Medan
Besar harapan kami dari pengurus harian Alumni NHKBP Sei Putih Medan kepada teman-teman, Abang dan Kakak Alumni NHKBP Sei Putih sekalian dapat meluangkan waktu untuk dapat menghadiri undangan tersebut.
Atas perhatian kita sekalian BPH mengucapkan terimakasih. Tuhan Yesus memberkati.
-
HUEAHI => Mendapatkan / Menghampiri
REONGHON => Lemparkan / Campakkan
ADOPI => Hadiri
MARADOPHON => Kepada / Terhadap
-
Ku yakin saat KAU berfirman..
Ku menang saat KAU bertindak..
Hidupku hanya ditentukan oleh perkataan-Mu..
Ku aman karena KAU menjaga..
Ku kuat karena KAU menopang..
Hidupku hanya ditentukan oleh kuasa-Mu..
Bagi Tuhan tak ada yang mustahil..
Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin..
Mujizat-Nya disediakan bagiku..
Ku diangkat dan dipulihkan-Nya..
-

Manusia memang rentan melakukan kesalahan, atau perbuatan yang menyimpang dari kehendak Allah. Bisa saja kesalahan itu dilakukan saudara kita bahkan diri kita sendiri. Apabila kita mengetahui saudara kita melakukan sesuatu yang tidak berkenan di hadapan Allah, menjadi domba yang tersesat lepas dari kawanannya, bagaimana sikap kita? tindakan kita? dan apa tanggung jawab kita kepada saudara kita ini? kita diawajibkan untuk saling mengingatkan, saling menjaga.
Yehezkiel diingatkan mengenai tugas panggilannya sebagai abdi Allah yang menjaga umat-Nya. Bahkan Yehezkiel diingatkan akan pentingnya tugas itu, karena menyangkut kehidupan kekal. Mengingatkan adlah sebuah upaya menyelamatkan kehidupan umat Allah supaya tidak binasa karena dosanya. Jika tidak mengingatkan Allah menuntut tanggung jawabnya. Sebagainan Yehezkiel, kita memiliki kewajiban untuk mengingatkan saudara kita agar selalu ada di jalan Tuha, tentu dalam kapasitas kita sebagai manusia yang tidak sempurna juga.
Mengingatkan, bukan sebuah hirarki, bahwa yang mengingatkan lebih tinggi atau lebih baik. Proses mengingatkan harus dilakukan dalam kesadaran bahwa kita sendiri berpontensi melakukan kesalahan yang sama. Hal ini menjaga supaya kita tidak terjatuh pada penghakiman pada sesama kita, karena pada hakekatnya kita juga sama-sama sebagai manusia berdosa. Mengingatkan harus didasarkan pada kasih. Sebagai usaha pertama, mengingatkan harus dilakukan secara empat mata. Setelah itu, cobalah kita berdoa untuk saudara kita supaya tangan kuat kuasa Tuhan menariknya kembali, menyadarkan kembali, menjadi domba yang berkumpul lagi dengan kawanannya. Renungan ini mengingatkan kembali tugas panggilan kita dalam persekutuan bersama, yaitu kita adalah pengingat untuk sesama kita. Kita memiliki tanggung jawab untuk saling menjaga kehidupan persekutuan kita bersama. Kita diingatkan cara mengingatkan dengan kasih. Kita diingatkan untuk selalu sadar akan keberadaan diri kita yang sama-sama memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa, sehingga ketika kita mengingatkan sesama, kita tidak terjatuh dalam penghakiman. Ketika kita melakukannya karena kasih, kitapun menjaga kesederajatan dalam persekutuan yang telah lebih dulu menerima pengampunan dan kasih Tuhan..Amin.