Apa buktinya kalau kita sayang/cinta terhadap anak kita? Jawabannya, ditegur dan di ajar ataupun dihajar. Sebaliknya, apa buktinya kalau kita tidak sayang terhadap anak kita, teman, jemaat? Dibiarkan saja berbuat sesuka hatinya ataupun dimanja. Orang disuku batak menyebutnya"holong bodat" atau"cinta monyet". Contoh ; monyet kasihan melihat ikan didalam air, monyet berpikir kalau si ikan yang dilihatnya tenggelam, lalu si monyet turun ke dalam air dan menolong ikan tersebut kemudian membawanya ke atas pohon, apa yang terjadi? Si ikan tersebut akhirnya mati.
Tema kita minggu ini "barangsiapa Ku-kasihi akan Ku-tegur dan Ku-hajar" (wahyu 3:19). Allah menegur dan menghajar jemaat di Lodikia, karena mereka mempunyai iman suam suam kuku. Iman yang tidak setia atau disebut juga musiman dan munafik.
Kita patut bersyukur jika Tuhan masih mau mengajar dan manghajar kita melalui gereja-Nya, karena itu adalah sebagai bukti bahwa kita masih dikasihi dicintai Tuhan Yesus Kristus. Hanya malapetaka bagi kita, jika Tuhan Yesus Kristus sudah membiarkan kita melakukan apa saja sesuka hati kita. Gereja yang benar adalah gereja yang masih mau menegur, mengajar dan menghajar (RPP) walaupun menyakitkan. Itulah sebagai bukti bahwa gereja masih cinta terhadap jemaat-Nya walaupun kita menganggap itu sebagai kebencian Tuhan Yesus Kristus atau gereja terhadap kita. Berbahagialah orang yang mau mendengarkan teguran dan dihajar oleh Tuhan Yesus Kristus, hanya dengan jalan itu kita dapat diselamatkan-Nya, amin..