Hal ini terindentifikasi pada anaka saya SEAN BNSAR PURBA pada tanggal 14/09/2015
Apa itu laju endap darah (LED)?
Laju Endap Darah (LED) atau dalam bahasa Inggrisnya Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) merupakan satu dari pemeriksaan rutin untuk darah, untuk mengetahui ada atau tidaknya peradangan dalam tubuh seseorang. Jika ada, hasil dari LED ini bisa untuk mengukur tingkat peradangannya.
Pemeriksaan ini
dilakukan dengan cara memasukkan darah kita ke dalam tabung khusus,
dalam posisi tegak lurus selama satu jam. Proses sedimentasi dari darah
ini yang akan diperiksa. Dalam kurun waktu satu jam sel darah merah
(eritrosit) akan mengendap ke dasar tabung, sementara komponen darah
yang lain yaitu plasma darah akan mengambang di permukaan. LED
ditentukan dari seberapa banyak pengendapan dari eritrosit (sel darah merah) ini ke dalam
dasar tabung. Makin banyak sel darah merah yang mengendap, maka makin
tinggi Laju Endap Darah (LED)-nya.
Jika terjadi
peradangan tubuh terutama diperankan oleh pembuluh darah dan leukosit
(sel darah putih) akan bereaksi sebagai respons terhadap suatu inflamasi
yang sedang terjadi. Pada saat peradangan makrofag mengeluarkan
interleukin 1 dan interleukin 6 yang akan merangsang hati untuk
meningkatkan produksi protein. Peningkatan protein inilah yang
kemudian akan mempercepat LED & menjadi dasar penggunaan LED sebagai satu pertanda adanya peradangan dalam tubuh.
Interleukin-1 adalah sebutan bagi beberapa polipeptida sitokina IL-1α, IL-1ß dan IL-1Ra, yang memainkan peran penting dalam regulasi sistem kekebalan dan respon peradangan.
Apa manfaat mengetahui nilai LED?
Tinggi rendahnya
nilai pada Laju Endap Darah (LED) sangat dipengaruhi oleh keadaan tubuh
kita, terutama saat terjadi radang. Namun ada beberapa kondisi khusus
seperti orang hamil, lansia maupun yang sedang mengalami haid ditemukan
nilai LED yang tinggi. Jadi orang normal pun bisa memiliki Laju Endap
Darah tinggi, dan jika nilai LED rendah pun belum tentu tidak terjadi
apa-apa. Karena itu LED kurang spesifik untuk menjelaskan kondisi tubuh
seseorang. Ia tidak bisa berdiri sendiri untuk menentukan suatu
penyakit.
Namun biasanya
nilai LED ini menjadi rujukan bagi dokter untuk melakukan pemeriksaan
tambahan bila ditemukan nilai Laju Endap Darah seseorang di atas normal.
Sehingga akan ditemukan sebab kenapa nilai LED tinggi. Selain itu Laju
Endap Darah pun bisa dipergunakan untuk mengecek perkembangan dari suatu
penyakit. Bila terjadi penurunan LED, bisa di katakan proses
penyembuhan atas suatu penyakit berjalan dengan baik.
Kondisi-kondisi lain yang penyebab LED seseorang naik
Sudah barang tentu
orang yang sedang mengalami peradangan, seperti sedang sakit flu, Tbc,
artritis, hepatitis dan lain, di dalam tubuhnya akan didapati nilai LED
yang tinggi. Namun anda perlu tahu juga bahwa LED tinggi ini juga di
temukan pada situasi lain non peradangan. Apa saja itu?
1. Wanita hamil
2. Wanita sedang datang bulan
3. Manula
4. Anemia
5. Kanker
6. Penyakit Thyroid
7. Diabetes
9. Kecanduan obat atau narkotika.
Jadi orang tua akan
mempunyai kecenderungan nilai LED lebih tinggi dari orang yang lebih
muda. Begitupun wanita akan mempunyai nilai LED lebih tinggi dari pria.
Bagaimana menormalkan nilai LED?
Karena LED adalah
tanda sedang terjadinya peradangan, maka tindakan yang perlu diambil
adalah menghentikan peradangan yang sedang terjadi. Dengan demikian
pokok masalah LED tinggi ini bisa teratasi. Jika infeksi selesai, dengan
sendirinya LED akan turun. Jika masih tinggi, dokter mungkin harus
lebih cermat akan kemungkinan terjadinya masalah ditempat lain. Nilai
LED tinggi pada ibu hamil akan turun sendirinya saat sudah melahirkan.
Pada wanita Haid LED tinggi akan berakhir saat haid berakhir.
Demikian juga dengan penggunaan obat kortekosteroid. Yang tidak bisa di turunkan adalah pada orang yang sudah tua. Tanya kenapa?
Nilai LED tidak selalu menggambarkan suatu kondisi tertentu. Karena itu jangan panik Hadapi dengan tenang, pelan sekaligus pasti. Semoga LED anda akan senantiasa normal.













0 comments:
Post a Comment