Manusia memang rentan melakukan kesalahan, atau perbuatan yang menyimpang dari kehendak Allah. Bisa saja kesalahan itu dilakukan saudara kita bahkan diri kita sendiri. Apabila kita mengetahui saudara kita melakukan sesuatu yang tidak berkenan di hadapan Allah, menjadi domba yang tersesat lepas dari kawanannya, bagaimana sikap kita? tindakan kita? dan apa tanggung jawab kita kepada saudara kita ini? kita diawajibkan untuk saling mengingatkan, saling menjaga.
Yehezkiel diingatkan mengenai tugas panggilannya sebagai abdi Allah yang menjaga umat-Nya. Bahkan Yehezkiel diingatkan akan pentingnya tugas itu, karena menyangkut kehidupan kekal. Mengingatkan adlah sebuah upaya menyelamatkan kehidupan umat Allah supaya tidak binasa karena dosanya. Jika tidak mengingatkan Allah menuntut tanggung jawabnya. Sebagainan Yehezkiel, kita memiliki kewajiban untuk mengingatkan saudara kita agar selalu ada di jalan Tuha, tentu dalam kapasitas kita sebagai manusia yang tidak sempurna juga.
Mengingatkan, bukan sebuah hirarki, bahwa yang mengingatkan lebih tinggi atau lebih baik. Proses mengingatkan harus dilakukan dalam kesadaran bahwa kita sendiri berpontensi melakukan kesalahan yang sama. Hal ini menjaga supaya kita tidak terjatuh pada penghakiman pada sesama kita, karena pada hakekatnya kita juga sama-sama sebagai manusia berdosa. Mengingatkan harus didasarkan pada kasih. Sebagai usaha pertama, mengingatkan harus dilakukan secara empat mata. Setelah itu, cobalah kita berdoa untuk saudara kita supaya tangan kuat kuasa Tuhan menariknya kembali, menyadarkan kembali, menjadi domba yang berkumpul lagi dengan kawanannya. Renungan ini mengingatkan kembali tugas panggilan kita dalam persekutuan bersama, yaitu kita adalah pengingat untuk sesama kita. Kita memiliki tanggung jawab untuk saling menjaga kehidupan persekutuan kita bersama. Kita diingatkan cara mengingatkan dengan kasih. Kita diingatkan untuk selalu sadar akan keberadaan diri kita yang sama-sama memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa, sehingga ketika kita mengingatkan sesama, kita tidak terjatuh dalam penghakiman. Ketika kita melakukannya karena kasih, kitapun menjaga kesederajatan dalam persekutuan yang telah lebih dulu menerima pengampunan dan kasih Tuhan..Amin.












0 comments:
Post a Comment