Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, paercayalah jugan kepada-Ku.PESAN-KU "PERCAYALAH"
Anakku senantiasalah mendekatkan diri kepada Tuhan, jangan lupa pergi ke Gereja untuk bersekutu kepada-Nya dan teruslah berdoa. Demikianlah penggalan kata-kata yang acap kali disampaikan orang tua kita ketika memberangkatkan anaknya menuju perantauan demi menggapai masa depan sang anak pujaan.
Brgitu jugalah perkataan Yesus dalam konteks bacaan kita hari ini, adalah kata-kata yang disampaikan kepada murid-murid-Nya saat suasana persiapan meninggalkan dunia lewat kematian di kayu salib. Disebutkan "Janganlah gelisah hatimu", jika kita lanjutkan membaca ayat-ayat berikutnya dari perikop ini maka jelaslah bahwa kepergian Tuhan Yesus adalah untuk mempersiapkan tempat tinggal di rumah Bapa. Kemudian dijelaskan bahwa tidak seorangpun yang bisa datang kepada Allah tanpa sebuah jalan dan Yesus sendirilah jalan itu. Oleh karena itu para murid semestinya bersukacita karena keberangkatan Yesus dari dunia ini adalah untuk mempersiapkan jalan dan tempat di rumah Bapa.
Pemahaman ini juga mnunjukkan bahwa hidup kita tidak akan berhenti di dunia ini saja, namun akan berlanjut hingga pada kehidupan yang kekal di sorga kelak. Lewat pesan ini Yesus menginginkan agar janganlah menilai kurang sempurna karena tidak secara langsung bersekutu dengan-Nya seperti persekutuan terdahulu para murid dengan Yesus yang terkadang makan bersama dalam pelayanan-Nya. Justru dengan mempersiapkan tempat yang indah dan kekal oleh Yesus membuat kita orang-orang percaya semakin bersukacita. Oleh sebab itu janganlah gelisah dan dirundung duka hatimu karena itu akan mematahkan semangat hidupmu dan membuat kurang berpengharapan sehingga engkau mudah putus asa. Sebaliknya jadilah orang percaaya yang memiliki kekuatan, semangat dan keyakinan dalam menjalani hidupmu. Percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Amin.












0 comments:
Post a Comment